Search for collections on UNITRI REPOSITORY

Pengaruh Ukuran Umbi Dan Konsorsia Terhadap Penyakit Layu Fusarium (Fusarium Oxysporum F.Sp) dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L) Varietas Bima Brebes

Lestari, VA (2025) Pengaruh Ukuran Umbi Dan Konsorsia Terhadap Penyakit Layu Fusarium (Fusarium Oxysporum F.Sp) dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L) Varietas Bima Brebes. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
COVER.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of Abstrak] Text (Abstrak)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of Bab I] Text (Bab I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of Bab II] Text (Bab II)
BAB II.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Bab V] Text (Bab V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of Turnitin] Text (Turnitin)
TURNITIN.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi, namun produksinya sering terkendala penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. cepae. Penyakit ini dapat menurunkan hasil hingga 60–70% pada serangan berat. Alternatif pengendalian ramah lingkungan dapat dilakukan dengan konsorsia mikroba antagonis, seperti Bacillus sp. dan Pseudomonas fluorescens, yang mampu menekan patogen sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non- faktorial dengan enam perlakuan kombinasi ukuran umbi (besar, sedang, kecil) dan pemberian konsorsia (tanpa dan dengan konsorsia), serta empat ulangan. Penelitian dilaksanakan Januari–Maret 2022 di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji BNT 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan umbi besar dengan konsorsia (BK₁) menghasilkan bobot segar tanaman dan umbi tertinggi masing- masing 46,25 g dan 44,33 g. Perlakuan umbi sedang dengan konsorsia (SK₁) menghasilkan jumlah anakan terbanyak (9,37 rumpun⁻¹) serta menekan serangan penyakit pada umur 30 HST. Sementara itu, serangan penyakit tertinggi terjadi pada umbi besar tanpa konsorsia (BK₀), sedangkan yang terendah pada umbi kecil dengan konsorsia (KK₁), yaitu 18,50% pada umur 45 HST.
Dengan demikian, kombinasi umbi besar dengan konsorsia efektif meningkatkan hasil, sedangkan umbi kecil dengan konsorsia lebih efektif menekan penyakit. Umbi sedang dengan konsorsia dapat menjadi pilihan efisien karena mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, hasil, dan ketahanan penyakit. Konsorsia mikroba terbukti berpotensi sebagai teknologi ramah lingkungan dalam budidaya bawang merah varietas Bima Brebes.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: S Agriculture > Agroteknologi > Perlindungan Tanaman
S Agriculture > SB Plant culture > Plant Diseases
Divisions: Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Depositing User: Christina Adventia Otta
Date Deposited: 23 Jun 2026 04:56
Last Modified: 23 Jun 2026 04:56
URI: https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/148

Actions (login required)

View Item
View Item