Tasi, YS (2025) Evaluasi Kemampuan Pejantan Domba Awasi Full Blood dalam Mengawini Betina Awasi Full Blood di Cv Burja Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
COVER.pdf - Published Version
Download (3MB)
ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (2MB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (2MB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (3MB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (2MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (2MB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (3MB)
TURNITIN.pdf - Published Version
Download (837kB)
Abstract
Domba Awassi merupakan salah satu rumpun domba penghasil susu dan daging yang dikenal memiliki daya adaptasi tinggi, ketahanan terhadap iklim panas, serta kemampuan reproduksi yang cukup baik. Kualitas reproduksi pejantan termasuk ukuran tubuh, morfometri skrotum, libido, dan kemampuan melakukan perkawinan sangat berpengaruh terhadap performa keturunan (cempe) yang dihasilkan, terutama bobot lahir dan pertumbuhan awal.
Penelitian ini dilakukan di CV Burja, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dengan tujuan mengevaluasi performa reproduksi tiga pejantan Awassi Full Blood. Penilaian mencakup respons pejantan terhadap betina estrus, intensitas dan kelancaran proses perkawinan, serta performa cempe yang dilahirkan oleh 30 ekor betina Awassi. Parameter keturunan yang diamati meliputi bobot lahir, tinggi badan, panjang badan, dan lingkar dada pada umur tiga hari.
Data dikumpulkan melalui observasi langsung, pencatatan aktivitas kawin, serta pengukuran morfometri pejantan dan cempe. Analisis rataan dan standar deviasi digunakan untuk menilai variasi performa reproduksi dan kualitas keturunan masing-masing pejantan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pejantan Awassi Full Blood berada dalam kondisi reproduksi yang baik, dengan panjang skrotum rata-rata 18,7 ± 1,53 cm dan lingkar skrotum 33,3 ± 2,52 cm. Pejantan 007 memiliki performa reproduksi paling unggul, ditunjukkan oleh respons kawin yang lebih cepat dan cempe dengan bobot lahir tertinggi (2,79 ± 0,47 kg), dibandingkan dengan pejantan 813 (2,46 ± 0,29 kg) dan 004 (2,16 ± 0,33 kg).
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pejantan Awassi Full Blood di CV Burja memiliki performa reproduksi yang baik dan layak digunakan dalam program seleksi. Pejantan 007 berpotensi menjadi pejantan unggulan untuk mendukung upaya pemuliaan dan peningkatan kualitas genetik Domba Awassi Full Blood.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal Culture > Pemuliaan dan Reproduksi > Reproduksi Ternak |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Program Studi Peternakan |
| Depositing User: | Christina Adventia Otta |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 08:06 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 01:38 |
| URI: | https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/159 |
