Renjaan, A (2025) Evaluasi Fungsi Pohon pada Taman Teluk Grajakan Kota Malang. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
COVER.pdf - Published Version
Download (3MB)
ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (2MB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (2MB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (3MB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (2MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (2MB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (3MB)
TURNITIN.pdf - Published Version
Download (795kB)
Abstract
Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Surabaya, dan kota terbesar ke-12 di Indonesia. Kota Malang memiliki luasan daerah sebesar 110.06 km2 dan berada di ketinggian 445-526 mdpl (BPS Malang Kota dalam Angka, 2021). Karena memiliki iklim yang sejuk, kota Malang kerap dijadikan sebagai tujuan untuk berwisata. Selain tempat wisata, Kota Malang juga memiliki berbagai ruang terbuka hijau (RTH) yang tersebar di setiap kecamatannya, mulai dari taman kota, alun-alun kota, taman lingkungan, hutan kota, juga taman median jalan dan lain sebagainya yang bisa dijadikan tempat rekreasi, melepas rasa lelah dan jenuh, serta menjadi tempat yang bisa memfasilitasi berbagai kegiatan masyarakat.
Taman kota merupakan taman yang ditujukan untuk melayani penduduk satu kota atau bagian wilayah kota (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2008). Taman ini dapat berbentuk sebagai RTH (lapangan hijau) yang dilengkapi dengan fasilitas rekreasi dan olahraga, di mana semua fasilitas tersebut terbuka untuk umum. Jenis taman kota terbagi menjadi taman aktif dan taman pasif. Taman aktif merupakan taman yang memiliki fungsi sebagai tempat bermain dan olahraga, dilengkapi dengan elemen-elemen pendukungnya, sedangkan taman pasif merupakan taman yang berfungsi sebagai elemen estetis saja, sehingga kebanyakan digunakan untuk menjaga keindahan tanaman di dalam taman dan di sepanjang sisi luar taman dipasang pagar (Ilmiajayanti dan Dewi, 2015).
Selain itu taman kota juga memiliki fungsi yang sangat penting bagi kepentingan ekologis yaitu sebagi paru-paru kota. Oleh karena itu, tanaman yang ada pada sebuah taman kota memiliki andil yang besar dalam mengikat oksigen diudara. Kota Malang memiliki ruang terbuka hijau dengan luasan total RTH 1752.15 ha yang terbagi atas taman kota 175.49 ha, hutan kota 33.56 ha, lapangan 59.19 ha, jalur hijau jalan 218.64 ha, sempadan sungai 1102.43 ha, dan bentuk lain-lain adalah 162.84 ha (Kementrian Pekerjaan Umum 2012).
Taman teluk grajakan teletak di kecamatan blimbing, kota Malang, Jawa Timur. Taman ini juga menjadi salah satu taman di kota Malang yang menjadi taman yang berbasis taman ramah anak yang menyediakan berbagai wahana di dalamnya, Adapun kegiatan manusia didalam kawasan taman teluk grajakan secara terus menerus mengakibatkan kerusakan yang mencakup beberapa bagian didalam taman tersebut, Pohon sebagai salah satu elemen pembentuk unsur pada suatu kawasan yang memiliki peran penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem kawasan itu sendiri
Masalah umum pada kawasan taman seperti abrasi, angin kencang kian menjadi perhatian utama terhadap efektifitas fungsi yang dapat diberikan untuk kawasan sebagai jawaban atas permasalahan di dalamnya , kaitan dengan problem tersebut keberadaan pohon sangat mempengaruhi dan memberikan peranan penting berdasarkan fungsi fungsinya seperti menjaga kualitas lingkungan dan keasrian vegetasi. Oleh karena itu diperlukan adana kajian untuk mengidentifikasi pohon dan fungsi pohon sebagai fungsi peneduh, fungsi estetika, dan fungsi perlindungan.
Penelitian Dilakukan Di Taman Teluk Grajakan Kota Malang kecamatan pandan wangi kota malang penelitian ini dilakuakn untuk lebih memahami evaluasi fungsih pohon pada taman teluk grajakan kotamalang.Tahapan ini dilakukan dengan teknik penilaian fungsional tanaman berdasarkan komponen ekologis yang ada di lapang secara visual teknik evaluasi pada penelitian ini menggunakan KPI (key performance idex) untuk setaiap kriteria yang di jumlahkan untuk mendapatkan nilai total dari setiap aspek.
Jenis pohon yang paling efektif untuk melakukan peredaman suara yaitu yang tidak memiliki tajuktebal dengan daun yang rindang. Selain bermanfaat untuk mengurangi kebisingan, pohon juga memiliki manfaat lainnya bagi lingkungan.Presentase Kriteria Vegetasi Sebagai kontrol bunyi vegetasi dengan nilai terbaik terdapat Tanjung/ Mimusops elengi 100% dan Melinjo/ Gnetum gnemon 90% pada tanaman dengan kategori sangat baik 60,0% dari keseluruhn total tanaman pada Taman Teluk Grajakan Kota Malang Presentase Kriteria Vegetasi Sebagai kontrol angin Vegetasi dengan nilai terbaik terdapat pada tanaman Tanjung/ Mimusops elengi dengan nilai 100% Sangat baik dan dengan nilai Mahoni/Swietenia mahagoni 85% sangat baik dan jumlah rata-rata tanaman yang mempunyai nilai sangat baik 60,0% dari keseluruhn total tanaman
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > Arsitektur Lanskap > Botani Dan Dendrologi S Agriculture > Arsitektur Lanskap > Ekologhi Lanskap S Agriculture > Arsitektur Lanskap > Tanaman Lanskap |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Program Studi Arsitektur Lanskap |
| Depositing User: | Christina Adventia Otta |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 04:32 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 04:32 |
| URI: | https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/196 |
