Search for collections on UNITRI REPOSITORY

Analisis Kinerja Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Bogem 448 Ha Kabupaten Ponorogo

Mukin, KB (2025) Analisis Kinerja Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Bogem 448 Ha Kabupaten Ponorogo. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
COVER.pdf - Published Version

Download (943kB)
[thumbnail of Abstrak] Text (Abstrak)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (50kB)
[thumbnail of Bab I] Text (Bab I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (324kB)
[thumbnail of Bab II] Text (Bab II)
BAB II.pdf

Download (440kB)
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (669kB)
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Bab V] Text (Bab V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (86kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (88kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja jaringan irigasi pada daerah irigasi (DI) Bogem seluas 448 Ha yang terletak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Permasalahan utama yang ditemukan di lapangan meliputi kerusakan fisik saluran irigasi seperti sedimentasi, pertumbuhan tanaman liar, keretakan saluran, serta bangunan irigasi yang tidak berfungsi secara optimal. Masalah-masalah ini berdampak langsung terhadap efisiensi distribusi air dan keberlangsungan pertanian. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan EPAKSI (Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi) yang mencakup survei PAI (Pengelolaan Aset Irigasi) dan Penilaian IKSI (Indeks Kinerja Sistem Irigasi) berdasarkan Peraturan Menteri PUPR No. 12/PRT/M/2015.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi fisik dan fungsi jaringan irigasi daerah irigasi Bogem berada dalam kategori kurang baik hingga rusak. Beberapa bangunan seperti bendung, saluran primer, sekunder dan tersier mengalami penurunan kualitas dan fungsi, mengakibatkan distribusi air menjadi tidak merata dan efisiensi pengairan menurun. Penilaian kinerja menunjukan bahwa banyak komponen sistem irigasi seperti aspek perkumpulan petani pemakai air (GP3A/IP3A), dokumentasi, dan organisasi personalia yang yang mengelola irigasi belum optimal. Nilai indeks kinerja sistem irigasi secara keseluruhan menunjukkan angka di bawah standar ideal, yang berarti sistem irigasi memerlukan perbaikan segera melalui pemeliharaan berkala hingga rehabilitasi dan peningkatan menyeluruh.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa prioritas penanganan pengelolaan jaringan irigasi di daerah irigasi Bogem harus difokuskan pada perbaikan serta rehabilitasi prasarana fisik baik bangunan maupun saluran dan meningkatkan peran perkumpulan petani pemakai air (GP3A/IP3A) serta optimalisasi peran EPAKSI sebagai alat pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Diharapkan dengan pelaksanaan strategi ini, kinerja sistem irigasi di daerah irigasi Bogem dapat kembali optimal dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan lokal.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > Hidrologi / Sumber Daya Air
Divisions: Fakultas Teknik dan Teknologi > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Christina Adventia Otta
Date Deposited: 15 Jul 2026 03:51
Last Modified: 15 Jul 2026 03:51
URI: https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/202

Actions (login required)

View Item
View Item