Search for collections on UNITRI REPOSITORY

Pengaruh Kombinasi Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L) dan Batang Serai (Cymbopogon Citratus) Pada Pengawetan Telur Puyuh Terhadap Kualitas dan Daya Simpan Telur

Narjan, MK (2026) Pengaruh Kombinasi Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L) dan Batang Serai (Cymbopogon Citratus) Pada Pengawetan Telur Puyuh Terhadap Kualitas dan Daya Simpan Telur. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
Cover.pdf - Published Version

Download (986kB)
[thumbnail of Abstrak] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (396kB)
[thumbnail of Bab I] Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version

Download (340kB)
[thumbnail of Bab II] Text (Bab II)
Bab II.pdf - Published Version

Download (472kB)
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
Bab III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (641kB)
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
Bab IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (378kB)
[thumbnail of Bab V] Text (Bab V)
Bab V.pdf - Published Version

Download (329kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (236kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of Turnitin] Text (Turnitin)
Turnitin.pdf - Published Version

Download (721kB)

Abstract

Telur puyuh merupakan bahan pangan hewani dengan nilai gizi tinggi, namun mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan akibat menguapnya air dan karbon dioksida melalui pori-pori kerabang serta masuknya mikroorganisme perusak. Kondisi tersebut menyebabkan albumen menjadi lebih encer dan bobot telur menurun, sehingga diperlukan bahan pengawet alami untuk memperpanjang daya simpan dan mempertahankan kualitas telur. Salah satu alternatif yang berpotensi digunakan adalah kombinasi ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.), yang mengandung tanin dan flavonoid bersifat antioksidan, dengan ekstrak batang serai (Cymbopogon citratus), yang mengandung minyak atsiri, sitral, sitronelal, dan geraniol bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi kedua ekstrak tersebut terhadap kualitas telur puyuh, yang diukur melalui nilai Haugh Unit dan persentase penurunan bobot telur selama penyimpanan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan sembilan perlakuan, yaitu P0 (tanpa ekstrak), P1 dan P2 (ekstrak daun sirsak konsentrasi 50% dan 100%), P3 dan P4 (ekstrak batang serai konsentrasi 50% dan 100%), serta P5, P6, P7, dan P8 (kombinasi kedua ekstrak pada berbagai konsentrasi), masing-masing diulang tiga kali dengan 28 butir telur per ulangan. Telur direndam dalam larutan ekstrak selama 24 jam, kemudian disimpan pada suhu ruang (±27°C) selama 56 hari. Pengamatan dilakukan setiap 7 hari, dan data dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila terdapat pengaruh nyata.
Hasil analisis menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata menurunkan nilai Haugh Unit pada seluruh perlakuan, sejalan dengan semakin encernya albumen akibat hilangnya air dan CO2 dari dalam telur. Perlakuan perendaman ekstrak, baik tunggal maupun kombinasi, hanya memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap Haugh Unit pada hari ke-7, dengan perlakuan kombinasi P6 (sirsak 50% + serai 100%) dan P7 (sirsak 100% + serai 50%) mencatat nilai tertinggi dibandingkan perlakuan lain. Setelah hari ke-7, perbedaan antarperlakuan tidak lagi signifikan secara statistik (P>0,05), meskipun secara deskriptif kelompok perlakuan berekstrak, khususnya kombinasi, cenderung mempertahankan nilai Haugh Unit yang lebih tinggi dibandingkan kontrol sepanjang masa penyimpanan. Ekstrak daun sirsak tunggal menunjukkan hasil yang belum konsisten dalam meningkatkan Haugh Unit, sedangkan ekstrak batang serai tunggal menunjukkan performa yang lebih baik, dan kombinasi keduanya memberikan hasil terbaik secara keseluruhan, yang mengindikasikan adanya kerja komplementer antara efek antioksidan sirsak dan antimikroba serai dalam menghambat kerusakan albumen.
Persentase penurunan bobot telur meningkat secara progresif pada seluruh perlakuan seiring bertambahnya lama penyimpanan, sebagai akibat difusi air dan CO2 melalui pori-pori kerabang. Meskipun secara deskriptif perlakuan berekstrak cenderung menunjukkan susut bobot yang lebih rendah dibandingkan kontrol (misalnya pada hari ke-49, kontrol tercatat 21,10% dibandingkan perlakuan ekstrak tunggal serai 100% sebesar 8,28%), hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase penurunan bobot telur pada seluruh hari pengamatan. Tidak ditemukan pula pola dosis-respons maupun efek sinergis kombinasi yang konsisten untuk parameter ini, berbeda dengan pola yang teramati pada nilai Haugh Unit.
Perendaman telur puyuh menggunakan kombinasi ekstrak daun sirsak dan batang serai berpengaruh dalam mempertahankan kualitas internal telur, terutama terhadap nilai Haugh Unit pada tahap awal penyimpanan, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap persentase penurunan bobot telur selama 49 hari penyimpanan. Perlakuan kombinasi ekstrak daun sirsak dan batang serai, khususnya P6 dan P7, merupakan perlakuan yang paling efektif dalam mempertahankan nilai Haugh Unit sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut, misalnya dalam bentuk pelapis (coating) berbasis biopolimer, sebagai alternatif pengawet alami untuk mempertahankan mutu internal telur puyuh.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: S Agriculture > SF Animal Culture > Teknologi Pascapanen dan Hasil Ternak > Teknologi Telur
S Agriculture > SF Animal Culture > Teknologi Pascapanen dan Hasil Ternak
Divisions: Fakultas Pertanian > Program Studi Peternakan
Depositing User: Ryka
Date Deposited: 08 Sep 2026 02:46
Last Modified: 08 Sep 2026 02:46
URI: https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/354

Actions (login required)

View Item
View Item