Bere, BT (2026) Analisis Komunikasi Antarbudaya Dalam Konflik Antar-Suku Mahasiswa Asal Indonesia Timur di Kota Malang. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.
Cover.pdf - Published Version
Download (762kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (35kB)
Bab I.pdf - Published Version
Download (175kB)
Bab II.pdf - Published Version
Download (218kB)
bab III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (288kB)
Bab IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (327kB)
Bab V.pdf - Published Version
Download (36kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (255kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Jurnal.pdf - Published Version
Download (208kB)
Abstract
Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki keberagaman suku, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial. Perbedaan tersebut dapat menjadi sumber kesalahpahaman dan konflik apabila komunikasi antarbudaya tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor budaya dan komunikasi yang melatarbelakangi konflik antar-suku mahasiswa asal Indonesia Timur di Kota Malang, menganalisis dinamika komunikasi antarbudaya dalam konflik, menganalisis peran komunikasi antarbudaya dalam penyelesaian konflik, pemulihan hubungan, dan integrasi sosial, serta merumuskan rekomendasi pola dan pendekatan komunikasi antarbudaya dalam pencegahan, penanganan, dan pemulihan konflik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antar-suku tidak disebabkan oleh perbedaan budaya semata, tetapi dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor, seperti perbedaan bahasa, logat, intonasi, gaya komunikasi, pemaknaan pesan, perilaku individu, pengendalian emosi, ego, stereotip, prasangka, lingkungan pergaulan yang eksklusif, serta faktor situasional seperti konsumsi alkohol. Dinamika komunikasi berlangsung dari munculnya perbedaan dan kesalahpahaman hingga eskalasi konflik, tetapi dapat diarahkan pada penyelesaian melalui dialog, klarifikasi, empati, negosiasi, musyawarah, dan mediasi. Komunikasi antarbudaya juga berperan dalam meningkatkan pemahaman budaya, mengurangi stereotip dan prasangka, membangun toleransi, memulihkan kepercayaan dan hubungan sosial, serta mendorong integrasi sosial. Berdasarkan temuan tersebut, pola komunikasi yang direkomendasikan adalah terbuka, dialogis, empatik, dan inklusif melalui pendekatan preventif, represif, dan kuratif dengan melibatkan mahasiswa, senior, organisasi mahasiswa, dan pihak perguruan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya yang efektif tidak hanya penting dalam mencegah dan menyelesaikan konflik antar-suku, tetapi juga dalam memulihkan hubungan dan memperkuat integrasi sosial mahasiswa yang memiliki latar belakang budaya yang beragam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > Ilmu Komunikasi > Budaya |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Ryka |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 02:42 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 02:42 |
| URI: | https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/421 |
