Search for collections on UNITRI REPOSITORY

Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Nanas dengan Variasi Suhu pada Hidrolisis Asam

Rahmi, LF (2025) Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Nanas dengan Variasi Suhu pada Hidrolisis Asam. Prosiding Seminar nasional Teknologi Industri Lingkungan dan Infrastruktur (SENTEKUIN), 8. ISSN 2622-2744 (print) / 2622-9730 (online)

[thumbnail of Larasati Fauzia Rahmi] Text (Larasati Fauzia Rahmi)
ARTIKEL.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (201kB)

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dihasilkan melalui proses fermentasi biomassa yang mengandung karbohidrat, pati, maupun selulosa, serta berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif, pelarut, dan bahan baku industri ramah lingkungan. Salah satu biomassa yang berpotensi dikembangkan adalah limbah kulit nanas, yang ketersediaannya melimpah namun pemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu hidrolisis yang paling optimal dalam produksi bioetanol dari limbah kulit nanas menggunakan larutan HCl 6%. Proses hidrolisis dilakukan pada tiga variasi suhu, yaitu 80°C, 90°C, dan 100°C selama 60 menit, kemudian dilanjutkan dengan fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae sebesar 4% (b/v) selama 5 hari dalam kondisi anaerob. Produk hasil fermentasi selanjutnya didestilasi dan dianalisis kadar etanolnya menggunakan refraktometer alkohol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu hidrolisis berpengaruh signifikan terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Kadar etanol sebesar 55% diperoleh pada suhu 80°C, meningkat menjadi 58,67% pada suhu 90°C, dan mencapai nilai tertinggi sebesar 61,33% pada suhu 100°C. Peningkatan suhu hidrolisis mempercepat pemecahan struktur lignoselulosa menjadi gula fermentabel sehingga meningkatkan efisiensi proses fermentasi. Meskipun demikian, kadar etanol yang dihasilkan masih belum memenuhi standar mutu bioetanol berdasarkan SNI 3565:2009 (≥95% v/v). Oleh karena itu, diperlukan optimasi lanjutan pada tahap pretreatment, fermentasi, dan pemurnian. Secara keseluruhan, limbah kulit nanas memiliki potensi sebagai bahan baku bioetanol, dengan suhu hidrolisis optimal pada 100°C menggunakan HCl 6%.

Item Type: Article
Subjects: T Technology > TP Chemical Technology > Bioproses
T Technology > TP Chemical Technology > Teknik Reaksi Kimia
T Technology > TP Chemical Technology > Teknologi Pengelolaan Limbah
Divisions: Fakultas Teknik dan Teknologi > Program Studi Teknik Kimia
Depositing User: Christina Adventia Otta
Date Deposited: 09 Oct 2026 03:20
Last Modified: 09 Oct 2026 03:20
URI: https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/533

Actions (login required)

View Item
View Item