Irwan, H (2026) Aplikasi Ekstrak Lengkuas Merah Sebagai Feed Additive terhadap Berat Karkas dan Bagian-Bagian Karkas. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
COVER.pdf - Published Version
Download (771kB)
ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (463kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (502kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (673kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (944kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (612kB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (459kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (566kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (1MB)
TURNITIN.pdf - Published Version
Download (239kB)
Abstract
Penggunaan ekstrak lengkuas merah, yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, eugenol, terpenoid, dan tanin yang bertindak sebagai antibakteri, antioksidan, dan agen antiinflamasi serta dapat meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, merupakan salah satu aditif pakan inovatif yang aman dan dibutuhkan untuk menggantikan Antibiotic Growth Promoter (AGP) yang dilarang pada ayam broiler. Proses fermentasi pada lengkuas merah juga diketahui dapat meningkatkan ketersediaan senyawa aktif, mengurangi antinutrien, meningkatkan cita rasa, dan menghasilkan asam organik yang mendukung mikroflora usus. Oleh karena itu, penelitian pada ayam broiler yang dipelihara hingga umur 35 hari kemudian menganalisis berat karkas dan bagian-bagiannya (dada, paha atas, paha bawah, dan sayap) menunjukkan bahwa secara statistik tidak ada pengaruh signifikan (P>0,05) pada berat karkas atau komponen karkas. Namun secara numerik, dosis 0,25% memberikan rata-rata tertinggi yang menunjukkan kecenderungan peningkatan kinerja, sedangkan dosis yang lebih tinggi diperkirakan dapat mengurangi efisiensi metabolisme karena konsentrasi senyawa bioaktif yang berlebihan. Meskipun demikian, secara biologis ekstrak lengkuas merah masih memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi pencernaan melalui penekanan bakteri patogen, perbaikan morfologi vili usus, dan peningkatan penyerapan nutrisi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa meskipun tidak signifikan secara statistik, dosis rendah, terutama 0,25%, menunjukkan potensi terbaik dan penelitian lebih lanjut diperlukan dengan variasi dosis yang lebih rendah dan optimasi metode ekstraksi atau fermentasi untuk meningkatkan efektivitasnya.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal Culture > Nutrisi dan Makanan Ternak > Bahan Pakan Ternak S Agriculture > SF Animal Culture > Nutrisi dan Makanan Ternak > Teknologi Pakan |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Program Studi Peternakan |
| Depositing User: | Christina Adventia Otta |
| Date Deposited: | 05 Nov 2026 03:27 |
| Last Modified: | 05 Nov 2026 03:27 |
| URI: | https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/703 |
