Abuk, E (2023) Proses Produksi dan Variabilitas Mutu Garam Rakyat di Atapupu Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
COVER .pdf - Published Version
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (115kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (122kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (235kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (418kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (422kB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (209kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (192kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (1MB)
TURNITIN .pdf - Published Version
Download (383kB)
Abstract
Garam adalah zat yang berbentuk padat, kristal dan berwarna putih yang merupakan hasil dari laut. Garam dapat didapatkan dengan cara mengeringkan air laut sehingga didapatkan kristal-kristal mineral berasal dari air laut, garam sendiri mempunyai rasa asin. Garam dapat dikelola secara tradisional maupun secara modern. Secara modern biasanya dilakukan oleh perusahaan besar dengan bantuan alat evaporasi dan akan menghasilkan kualitas garam yang bagus. Sedangkan garam yang dikelola secara tradisional yakni dilakukan oleh para petani garam yang merupakan masyarakat dari sebuah wilayah yang tinggal dipesisir pantai dengan menggunakan fasilitas seadanya dan didukung oleh sinar matahari untuk proses evaporasi. Desa Dua Laus memiliki lahan tambak garam seluas 1.465,14 Ha dari hasil kerjasama antara investor dan juga petani tambak garam yang dapat menghasilkan lebih dari 80 ton per herkatr setiap tahunnya ketika musim kemarau.
Tujian penelitian untuk mempelajari teknik pengolahan garam yang digunakan di desa Dua Laus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Propinsi NTT, mengkaji kualitas garam yang dihasilkan petani tambak garam rakyat di Desa Dua Laus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Propinsi NTT, dan mempelajari permasalahan produksi garam rakyat di desa Dua Laus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Propinsi NTT. Metode pengumpulan data, penulis menggunakan metode survey dan wawancara.
Hasil penelitian adalah sistem pengolahan garam di Kabupaten Belu Desa Dua Laus masih bersifat tradisional dan belum bisa sampai pada sistem yang modern. Untuk kualitas garam yang dihasil berdasarkan uji laboratorium yaitu, warna gram dan NaCL. Sampel 1, 2 dan 3 berwarna merah (a) sampel 1 = 13,64, sampel 2 = 13,52, sampel 3 = 13,56 dan sampel 4 sebesar =70,25 lebih putih (L) dan kadar NaCI sampel 1 sebesar 72,10% , sampel 2 75,61% sampel 3 sebesar 77,80%, dan sampel 4 sebesar 76,56%. Kendala yang dihadapi petani garam diantaranya produksi garam masih banyak dilakukan secara tradisional, bergantung pada faktor cuaca, serta kualitas garam yang belum memenuhi standar industri.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > Tehnik Industri Pertanian > Teknologi Proses Hasil Pertanian |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Program Studi Teknologi Industri Pertanian |
| Depositing User: | Christina Adventia Otta |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 02:50 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 02:50 |
| URI: | https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/366 |
