Nipu, S (2026) Kajian Tanaman Lanskap (Pohon) pada Daerah Aliran Sungai Brantas Kota Malang. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.
Cover.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (360kB)
Bab I.pdf - Published Version
Download (335kB)
Bab II.pdf - Published Version
Download (445kB)
Bab III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (553kB)
Bab IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Bab V.pdf - Published Version
Download (315kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (269kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (3MB)
Turnitin.pdf - Published Version
Download (938kB)
Abstract
Kawasan sempadan sungai di wilayah perkotaan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi, khusus melalui keberadaan vegetasi pohon sebagai bagian dari ruang terbuka hijau (RTH). Namun, tekanan urbanisasi yang tinggi di Kota Malang menyebabkan terjadinya perubahan tata guna lahan yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Kota Malang. Menurut Turnip (2022), penerapan ruang pada kawasan sempadan sungai Brantas Kota Malang sudah tidak selaras denan fungsi sempadan sungai itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai karakteristik dan fungsi tanaman landskap, khususnya pohon dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dengan melakukan identifikasi jenis tanaman lanskap (pohon) serta mengevaluasi fungsi ekologis di kawasan semapadan Sungai Brantas Kota Malang. Adapun, metode yang digunakan adalah analisis vegertasi
melalui pengamatan pada tiga plot, yaitu Kampung Putih (Kelurahan Klojen), kawasan Pasar Burung (Kelurahan Kauman), dan belakang Kantor Wali Kota Malang (Kelurahan Kidul Dalem). Data untuk analisis menggunakan penedakatan kuantitatif deskriptif dengan indikator kinerja vegetasi berdasarkan nilai Key Performance Index (KPI) pada berbagai fungsi ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 144 individu pohon yang tersebar di ketiga plot dengan komposisi jenis yang bervariasi. Jenis dominan pada masing-masing plot adalah nangka (Artocarpus heterophyllus) sebanyak 6 individu pada Plot 1, mahoni (Swietenia mahagoni) sebanyak 19 individu pada Plot 2, dan jati putih (Gmelina arborea) sebanyak 11 individu pada Plot 3. Evaluasi fungsi vegetasi menunjukkan bahwa secara umum kondisi vegetasi pada ketiga plot berada dalam
kategori sesuai standar dengan kinerja yang baik pada sebagian besar fungsi ekologis, seperti pengendalian longsor, pengurangan polusi udara, kontrol angin,
dan fungsi estetika. Namun demikian, beberapa fungsi seperti pembatas, modifikasi suhu udara, dan pengendalian erosi masih memerlukan peningkatan pada beberapa plot.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > Arsitektur Lanskap > Konstruksi Lanskap |
| Divisions: | Fakultas Teknik dan Teknologi > Program Studi Arsitektur Lanskap |
| Depositing User: | Ryka |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 07:16 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 07:16 |
| URI: | https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/409 |
