Japri, A (2025) Analisis Ketersediaan dan Pengelolaan Tandan Buah Segar dengan Metode Economic Order Quantity pada PT Agro Gading Sejahtera Kalimantan Barat. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
COVER.pdf - Published Version
Download (877kB)
ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (57kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (112kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (790kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (487kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (544kB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (13kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (102kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (2MB)
TURNITIN.pdf - Published Version
Download (840kB)
Abstract
Industri pengolahan kelapa sawit adalah bidang yang berperan besar dalam mendukung perekonomian negara, dengan TBS dijadikan bahan dasar utama dalam proses produksinya. Ketersediaan serta pengelolaan TBS yang efektif dan efisien menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas produksi. Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan untuk memperoleh efisiensi tersebut adalah metode Economic Order Quantity (EOQ), yang bertujuan untuk menjaga kelancaran produksi, menghindari terjadinya kekosongan stok, serta mengurangi pengeluaran yang berhubungan dengan aktivitas penyimpanan maupun pemesanan (Rachmawati, 2022).
Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 6 orang, yang terdiri atas supervisor produksi 2, supervisor sorortasi 1, Superintendent produksi 1, admin produksi 1, admin gudang 1, serta karyawan PT. Agro Gading Sejahtera yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan dan distribusi bahan baku Tandan Buah Segar (TBS).
Penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada persediaan TBS di PT. Agro Gading Sejahtera mampu meningkatkan ketersediaan TBS matang sebagai bahan baku produksi melalui penetapan jumlah pemesanan optimal sebesar 540 ton per order dengan frekuensi sekitar 21 kali per bulan, sehingga kontinuitas pasokan bahan baku lebih terjamin. Metode EOQ terbukti mengoptimalkan pengelolaan persediaan TBS dengan penentuan safety stock sebesar 5.898 ton per bulan dan nilai reorder point (ROP) antara 1.157–5.350 ton, yang memungkinkan perusahaan meminimalkan risiko kekurangan bahan baku akibat keterlambatan pengiriman serta menekan total biaya persediaan menjadi sekitar Rp 83.697.768 juta per tahun.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > Tehnik Industri Pertanian S Agriculture > Tehnik Industri Pertanian > Teknologi Proses Hasil Pertanian |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Program Studi Teknologi Industri Pertanian |
| Depositing User: | Christina Adventia Otta |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 07:49 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 07:49 |
| URI: | https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/81 |
