Kaka, AR (2025) Penerapan Strategi Pelaksanaan 3 (Bercakap-cakap) pada Pasien ODGJ dengan Gangguan Halusinasi Pendengaran di Desa Bantur. Profesi Ners thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
COVER.pdf - Published Version
Download (788kB)
ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (93kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (174kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (664kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (131kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (889kB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (92kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (147kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (605kB)
TURNITIN.pdf - Published Version
Download (575kB)
Abstract
Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa pada individu yang ditandai dengan perubahan sensori persepsi yaitu merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghiduan. Sehingga mengontrol halusinasi dengan cara menghardik selain itu bisa juga dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Tujuan studi kasus mengetahui gambaran penerapan strategi pelaksanaan 3 (bercakap-cakap) pada pasien ODGJ dengan gangguan halusinasi pendengaran di Desa Bantur. Desain penelitian yang digunakan studi kasus. Jumlah klien yang digunakan adalah sebanyak 3 orang, yaitu yang mengalami gangguan presepsi sensori: halusiansi pendengaran. Masalah yang diangkat adalah halusiansi pendengaran. Tindakan yang diberikan adalah strategi pelaksanaan bercakap-cakap. Sebelum diberikan tindakan asuhan keperawatan pada ketiga pasien didapatkan bahwa ketiga pasien bahwa mulut komat kamit, sering berbicara sendiri, tidak konsentrasi dan tersenyum sendiri, kurang kooperatif saat diajak berbicara bisa menjawab namun lambat, tampak ckup rapi serta pakaian cukup bersih, mekanisme koping maladaptive. Setelah diberikan tindakan asuhan keperawatan selama 3 hari terjadi perubahan dengan hasil evalusi akhir pasien sudah tidak lagi mendengarkan bisikan-bisikan, konsentrasi sudah ada ketika diajak komunikasi, kontak mata ada, tidak berbicara sendiri dan tidak mudah terpengaruh dengan stresor yang ada disekitarnya. Demikian dapat sampaikan bawha bercakap-cakap mampu memberikan perubahan pada pasien dengan halusinasi pendengaran.
| Item Type: | Thesis (Profesi Ners) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RT Nursing Kesehatan > Gangguan Jiwa / Keperawatan Jiwa |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Christina Adventia Otta |
| Date Deposited: | 04 Apr 2026 05:56 |
| Last Modified: | 04 Apr 2026 05:56 |
| URI: | https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/67 |
