Yonathan, JK (2025) Etnografi Komunikasi Perayaan Gawai Nosu Minu Podi Suku Dayak Ribun di Desa Kelompu Kabupaten Sanggau. Sarjana thesis, Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
COVER.pdf - Published Version
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (152kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (528kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (608kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (149kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (201kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (223kB)
Abstract
Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aktivitas Komunikasi Perayaan Gawai Nosu Minu Podi Suku Dayak Ribun Di Desa Kelompu Kabupaten Sanggau. Untuk menjawab masalah tersebut maka peneliti mengambil situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan tindakan komunikatif sebagai subfokus penelitian untuk menganalisa fokus penelitian yaitu Aktivitas Komunikasi Perayaan Gawai Nosu Minu Podi Suku Dayak Ribun Di Desa Kelompu Kabupaten Sanggau. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi, informan berjumlah 4 orang yang terdiri dari informan kunci 2 orang dan infroman pendukung 2 orang, diperoleh dengan tekhnik purposive sampling. Uji keabsahan data dengan ketekunan pengamatan, kecukupan referensi dan triangulasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, studi literatur, dan internet searching. Analisa data yang digunakan yaitu deskripsi, analisis, dan interpretasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perayaan Gawai Nosu Minu Podi meliputi beberapa aktivitas komunikasi utama, yaitu rapat desa, bersih desa, ritual Mpokat Bosi, silaturahmi, dan ritual tolak bala. Setiap aktivitas berlangsung dalam situasi komunikatif yang khas dengan melibatkan pelaku adat, tokoh masyarakat, dan warga desa sesuai peran serta norma yang berlaku. Peristiwa komunikatif dalam perayaan ini berlangsung secara terstruktur dan sarat makna simbolik melalui penggunaan bahasa adat, doa, musyawarah, serta simbol-simbol ritual. Tindakan komunikatif, baik verbal maupun nonverbal, mencerminkan nilai-nilai budaya masyarakat Dayak Ribun, seperti rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap adat istiadat. Selain itu, perayaan ini juga memuat komunikasi transendental sebagai wujud hubungan manusia dengan Tuhan dan roh leluhur. Dengan demikian, Gawai Nosu Minu Podi berfungsi tidak hanya sebagai perayaan panen, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya dan penguatan solidaritas sosial masyarakat Dayak Ribun di Desa Kelompu.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology Ilmu Komunikasi > Komunikasi Lintas Budaya Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Christina Adventia Otta |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 06:58 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 06:58 |
| URI: | https://eprints.unitri.ac.id/id/eprint/60 |
